Saturday, March 14, 2009

Gejala-Gejala Migren

Migren bukan lah sakit kepala biasa. Memang migren hanya datang sewaktu-waktu, tapi saat migren menyerang penderita tak hanya merasakan nyeri pada kepala tapi terkadang disertai mual ,muntah, sensitif terhadap cahaya dan suara.
Menyeimbangkan antara gaya hidup dan obat-obatan disebut sebagai cara terbaik untuk mengendalikan penyakit yang lebih banyak menyerang perempuan ini.

Migren terjadi karena pembuluh darah di leher atau kepala kejang sehingga aliran darah ke otak berkurang. Ada beberapa faktor yang diduga memicu timbulnya serangan migren, yakni stres, makanan, hormon, serta obat.

Gejala-gejala Migren

Gejala-gejala penyakit migren secara umum ada empat pahse yaitu fase prodomal, aura, serangan dan fase postdromal. Gejala-gejala migren antara lain

Fase Prodromal

Fase ini terdiri dari kumpulan gejala samar tidak jelas, yang dapat mendahului serangan migren. Fase ini dapat berlangsung selama beberapa jam, bahkan dapat 1-2 hari sebelum serangan. Gejalanya nya seperti
  • Gejala psikologis seperti : depresi, hiperaktivitas, euforia, sensitif , gelisah, rasa mengantuk atau malas.
  • Neurologis seperti, sensitif terhadap cahaya dan, sulit berkonsentrasi, menguap berlebihan, sensitif terhadap bau (hiperosmia).

Aura

Gejala aura umumnya dirasakan mendahului serangan migren. Secara visual, aura dinyatakan dalam bentuk positif atau negatif. Penderita migren dapat mengalami kedua jenis aura secara bersamaan.

Fase Serangan

Bila tidak diobat, serangan migren umumnya berlangsung antara 4-72 jam. Migren yang disertai aura disebut sebagai migren klasik. Sedangkan migren tanpa disertai aura merupakan migren umum (common migraine). Gejala-gejala yang umum adalah:

  • Nyeri kepala satu sisi yang terasa seperti berdenyut-denyut atau ditusuk-tusuk, Nyeri kadang-kadang dapat menyebar sampai terasa di seluruh bagian kepala.
  • Mual, kadang disertai muntah.
  • Gejala gangguan pengelihatan dapat terjadi
  • Sangat sensitif terhadap cahaya dan bunyi (fotofobia dan fonofobia)
  • Wajah umumnya terlihat pucat, dan badan terasa dingin.
Saat ini sudah tersedia obat yang bisa menghilangkan derita migren. Namun dalam situs mayoclinic disebutkan gaya hidup seseorang juga berpengaruh untuk mencegah dan mengurangi migren. Singkatnya, kombinasi antara obat dan gaya hidup adalah cara paling efektif untuk mengatasi penyakit sakit kepala sebelah ini.

Berikut beberapa tips yang layak Anda coba untuk menghindari serangan migren:

  • Istirahat di ruangan tenang. Penderita migren biasanya sensitif terhadap cahaya, kadang penglihatan ganda atau kabur. Matikan lampu di ruangan, lalu beristirahatlah. Pijat dengan lembut bagian kepala atau kening serta bagian leher agar pembuluh darah menjadi rileks.
  • Tidur nyenyak. Faktor kurang tidur kerap kali menyebabkan migren. Oleh karena itu sangat penting untuk membuat jadwal tidur harian secara rutin.
  • Perhatikan pola makan. Orang yang sering terlambat makan, serta makanan tertentu, seperti cokelat atau keju terkadang juga bisa menimbulkan migren. Demikian pula dengan alkohol.
  • Olahraga teratur. Saat berolahraga, tubuh akan mengeluarkan senyawa kimia yang bisa menghambat sinyal sakit ke otak. Senyawa ini juga akan membantu kita mengatasi kecemasan dan depresi, dua hal yang membuat migren bertambah parah.
  • Manajemen stres. Stres dan migren adalah dua hal yang saling berkaitan. Melakukan relaksasi dan menghindari stres sangat disarankan bagi penderita migren.

Produk Yang Diarankan Untuk Penderita migren

  • Niwana SOD berfungsi untuk memperbaiki sirkulasi darah ke otak sehingga tetap sehat dan stabil
  • Supergreen Food, Memenuhi kebutuhan nutrisi untuk otak dan memperbaiki transmisi syaraf.

Sumber: kompas, deseases and the solution

No comments:

Post a Comment